Halo guys, maaf ya baru ngeposting UNTUK PERTAMA KALINYA haha. padahal aku buat sekitar sebulan yang lalu *WOW*. sebenernya aku pengen masang suatu posting tp hal itu terhambat karena byk bgt ide dan justru aku bingung. alhasil ya hanya ketahan di otak *rasanya itu..*. itu hanya segelintir curahan hati aku tentang awal membuat postingan di blog yg dimiliki oleh seseorang^^. oke kita langsung ke TKP !!
Postingan pertama aku ini membaha salah satu tugas kuliah aku. tugasnya itu membuat reflective essay tentang photovoice.ada yang tau photovoice itu apa ? yang tau bersyukurlah:). nanti deh lain waktu aku download contoh photovoice yang aku buat. ga kreatif sih, tapi bisa membantulah yg ada tugas photovoice juga :). kasih tau sedikit ya apa itu Reflective Cycle Gibbs.Reflective Cycle sendiri model yang digunakan untuk merfleksikan suatu pekerjaan atau masalah. di reflective cycle model gibbs ini terdapat 6 langkah agar memudahkannya dalam berefleksi. 6 langkah itu Description, Feeling, Evaluation, Analyze, Conclusion, Action Plan.berikut contoh reflective cycle model gibbs :
itu contoh gambarnya, maklum masih amatiran hehe. dibawah ini penjelasannya mengenai photovoice :
1. Description
Pada
hari Jum’at, 26 September 2014, saya berangkat pagi sekitar jam 07.30 WIB
menuju kampus keperawatan. Setelah sampai, saya menaiki tangga menuju lantai 2,
dan saya heran kenapa banyak orang diluar. Ternyata, kelas saya dan samping
kelas saya tergenang air. Bukan hanya saya yang merasa keheranan, yang lain pun
termasuk dosen juga kebingungan darimana air tersebut berasal. Akhirnya karena
kelas sedang dibersihkan, saya dan teman-teman mengikuti lecture pertama di
lapangan depan kampus. Lecture pertama hari itu adalah photovoice group
discussion dengan dosen Ryan Hara Permana. Disitu kami berkumpul membentuk satu
lingkaran. Dijelaskan bahwa dibentuk kelompok kecil terdiri dari 5 anggota.
Masing-masing anggota kelompok akan menjelaskan photovoice yang sudah dibuat
kepada anggota lain dalam kelompoknya. Sebelum membentuk kelompok kecil, dosen membacakan
beberapa peraturan cara penjelasan photovoice yang telah dibuat. Setelah itu,
saya membentuk kelompok kecil bersama ke empat teman saya. Kami saling berbagi
cerita tentang photovoice yang sudah kami buat.
2.
Feeling
Masing-masing
anggota kelompok saya menjelaskan photovoice yang mereka buat. Penjelasannya
mengenai foto dan narasi perjuangan kedua orang tua kami dalam membantu
pendidikan kami, serta orang sukses dalam hidup kami di photovoice tersebut. Saat
teman-teman kelompok saya menjelaskan, saya merasa sedih dan sangat bersalah terhadap kedua orang tua
saya. Walaupun pada saat itu teman saya sedang menjelaskannya, saya tetap
merasa sedih bahkan nangis. Teringat bagaimana kedua orang tua saya sabar dalam
menghadapi saya dan adik saya, dan membiayai hidup kami hingga saat ini. Mereka
tidak pernah mengingat berapa pengeluran mereka selama ini, yang mereka ingat
kebaikan untuk anak-anak mereka untuk sekarang dan masa depan. Disitu pun saya
melihat karya photovoice teman-teman saya dan saya merasa buatan saya yang
paling sederhana dan jelek. Teman saya yang lain banyak hiasannya, saya tidak
ada bahkan hanya foto saja dan sedikit hiasan.
3.
Evaluation
Dari
pembuatan photovoice tersebut, saya sadar bahwa saya belum bisa mengeksplorasi
diri saya dalam berkreatifitas. Ke depan, saya harus bisa mengekspresikan karya
saya walaupun hanya di lingkup kecil, seperti kamar saya sendiri. Dalam
photovoice yang bertema orang tua dan orang sukses pun, saya merasa sangat
bersalah dan merasa saya itu masih dibawah ambang batas orang kebanyakan.
Banyak sekali orang diluar yang sudah sukses.
4.
Analyze
Dari
pembuatan photovoice tersebut, ternyata suatu gambar bisa menceritakan berbagai
makna bila kita memahaminya. Selain itu, kita bisa mengekspresikan diri dan
perasaan kita melalui gambar tersebut.
5.
Conclusion
Kesimpulannya,
saya mengetahui ternyata suatu gambar bisa menceritakan berbagai makna. Mulai
dari kenangannya, cerita masa lalunya, sampai apa yang diharapkan dari adanya
gambar tersebut.
6.
Action
Plan
Rencana
saya kedepan dari pembuatan photovoice tersebut, saya
bisa
lebih memaknai arti sebuah gambar. Saya bisa menghargai karya orang lain
walaupun hanya sebuah gambar, dan saya harus bisa membuat karya yang memilki
berbagai makna, terutama untuk kedua orang tua saya.
itulah penjelasan singkatku tentang reflective essay about photovoice :)
